Selasa, 02 Januari 2018

Perjamuan Jiwa


"Perjamuan Jiwa"
Mengenalmu seperti protector yg melekat,
Aman tanpa terasing dalam gelap,
Melihatmu seperti keindahan dalam Touring ujung dunia tanpa sekat,
Indah tak banyak kata yg luluh senyap. .

Mendengarmu seperti kompresi piston menderu memacu rindu,
Melesat jauh menuju titik-titik pesona,
Bersamamu seperti keindahan di setiap jengkal kilometer,
Membekas halus meluluhkanku. .

Senyummu membuat semua Strobo berhenti bernyanyi,
Terdiam menari diantara lamunan,
Kedipan matamu menghancurkan keanggunan Projie,
Semua tersimpan di hati seperti box-box Givi..
Genggaman tanganmu selalu hangat selayak Taslan,
Menenangkan dan membuat segalanya lebih mudah,
Kelak kutancapkan NRA jauh di akar hatimu agar tertata rapi dalam ketulusan,
Dimana aku menempuh jarak, akan kubawa senyummu dalam deru mesinku. .
Malam adalah bangkitnya sang penyair dalam kertas dan pena.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belajar Bijak lewat Perspektif Systemic Functional Linguistics (SFL) mengenai Bahas a Setelah membaca tulisan saudara Aries Utomo, S...